Kami Siap Membantu Anda

  • SIMPATI : 0813 2804 2283 / 0812 2222 9224
  • XL : 0877 1818 2211 / 0878 3336 8884
  • MENTARI : 081 666 9383
  • 0274 443 9219
Email : rumahmesin@gmail.com

Membuat Abon Ikan Lele

Kategori : Artikel Proses

Membuat Abon Ikan Lele

Berbicara tentang ikan lele tentu yang terbayang adalah menu masakan yang olahannya biasa digoreng atau disemur.  Jika melihat dari persepsi itu kemudian dibandingkan dengan hasil produksi ikan lele tentu akan banyak kerugian yang diderita oleh para pengusaha ikan lele. Sebab konsumsi ikan lele tentu jauh lebih sedikit dari pada menu masakan yang lainnya. Oleh sebab itu muncullah inovasi baru terkait dengan pengolahan ikan lele yaitu Abon Lele.

Banyak orang yang belum tahu tentang abon lele, hal  ini karena dalam frame yang terbentuk di masyarakat abon itu adalah dari daging sapi. Abon lele secara rasa tentu tidak kalah dari abon daging sapi dan realita yang berkembang bahwa abon lele justru lebih disukai karena mengandung banyak protein dan rendah lemak.

Komposisi gizi ikan lele tiap 100 gr dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Komposisi

Jumlah (%)

Kadar Protein

40,28

Kadar Lemak

11,18

Kadar  Abu

5,52

Kadar air

3,64

Karbohidrat

13,41

 

Berdasarkan catatan yang ada Abon lele telah menembus pasar luar negeri diantarnya belanda dan swiss, bahkan produk ini turut meramaikan pameran produk import yang diselenggarakan oleh Swiss Import Promotion Programme. Hal ini tentu menjadi peluang bagi para pengusaha indonesia terutama yang fokus pada lele unutk mengembangkan usahanya.

Proses pembuatan abon lele tidaklah terlalu rumit, namun butuh ketelitian. Secara garis besar pengolahan abon lele adalah lele di bersihkan jerohannya dan dikuliti, kemudian dikukus, dibumbui, digoreng dan dikeringkan.

 

Berikut penjelasan lebih detai mengenai proses pengolahan abon lele:

1.      Bahan

Hal pertama yang dilakukan dalam tiap proses pengolahan makanan adalah bahan. Bahan yang digunakan dalam pembuata abon lele adalah ikan lele yang masih segar. Ciri-ciri fisik yang harus dimiliki daging ikan lele yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan abon ikan adalah dalam kondisi segar, warna dagingnya cerah, dagingnya terasa kenyal, dan tidak berbau busuk.

2.      Bahan Tambahan

Sejumlah bahan pembantu yang biasa digunakan dalam pembuatan abon adalah rempah-rempah, gula pasir, garam dan penyedap rasa. Jenis rempah-rempah yang digunakan adalah bawang putih, ketumbar, lengkuas, sereh dan daun salam.

 

3.      Peralatan Industri

Sejumlah peralatan semi-mekanik yang biasa digunakan dalam proses pembuatan abon ikan, antara lain adalah :

  1. Mesin peniris

Mesin ini digunakan untuk membuang air dalam daging ikan yang telah direbus (penirisan I), serta membuang minyak goreng dari bakal abon ikan yang telah digoreng (penirisan II).

2.  Mesin pencabik daging

Mesin ini digunakan untuk memarut kelapa dan lengkuas.

3. Sealer (alat pengemas).

Alat ini digunakan dalam proses pengemasan produk abon ikan

Untuk mesin lebih lengkap bisa dilihat dilink ini, silahkan diklik

 

4.      Proses Produksi

Proses produksi abon ikan lele relatif sederhana dan mudah dilakukan. Secara umum, proses produksi abon ikan, mulai dari tahap pengadaan bahan baku ikan sampai tahap pengemasan abon ikan lele, adalah sebagai berikut :

a.      Pengadaan Bahan baku

Bahan baku yang digunakan adalah ikan lele yang masih utuh dan segar, untuk selanjutnya dilakukan proses penyiangan.

b.      Penyiangan Bahan baku

Pada proses penyiangan yaitu pemotongan ikan dan pencucian daging ikan, maka bagian kepala dan isi perut ikan dibuang. Daging ikan hasil tahap penyiangan sebaiknya direndan dalam air yang dicampur dengan air cuka. Kadar air cuka yang dipakai adalah ±2%. Ini dilakukan untuk membuat bau amis hilang. Selain emngunakan cuka bau amis pada ikan lele juga bisa dihilangkan dengan menambah serai pada bumbu abon.

c.       Perebusan

Potongan ikan yang telah direndam dalam air cuka kemudian disusun ke dalam panci besar  dan direbus selama 30 – 60 menit. Proses perebusan akan dihentikan setelah daging ikan menjadi lunak. Selama proses perebusan tersebut juga ditambahkan daun salam dan garam rebus.

d.      Penirisan I

Ikan yang telah direbus kemudian dipres dengan mesin pengepres. Sebelum dipres, daging ikan tersebut sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu sekitar 5 – 10 menit. Tahap pengepresan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada daging ikan yang telah direbus. Makin sedikit kadar air yang dikandung dalam daging, maka akan makin baik pula serat-serat daging yang dihasilkan.

5.      Pencabikan I

Setelah daging ikan dipres, kemudian dilakukan proses pencabikan sampai menjadi serat.-serat. Proses ini bisa dilakukan dengan tangan atau dengan mesin pencabik (giling).

6.      Pemberian Bumbu dan Santan

Pada tahap ini, serat-serat daging hasil pencabikan ditambahkan bahan-bahan pembantu (bumbu-bumbu). Bumbu-bumbu yang ditambahkan terdiri dari : bawang putih, ketumbar, lengkuas yang telah diparut dengan mesin parutan, gula pasir, garam dapur, serai,santan kelapa dan bisa juga ditambahkan daun  kari, untuk memberikan rasa kari pada abon lele

7.       Penggorengan

Setelah bumbu-bumbu tercampur secara merata dalam serat-serat daging ikan, kemudian dilakukan penggorengan ±60 menit. Selama proses penggorengan, secara terus menerus dilakukan pengadukan agar abon ikan yang dihasilkan matang secara merata dan bumbu-bumbu dapat meresap dengan baik. Tahap penggorengan ini akan dihentikan setelah serat-serat daging yang digoreng sudah berwarna kuning kecoklatan.

8.      Penirisan II

Tahap produksi berikutnya adalah pengepresan kembali serat-serat daging ikan yang telah digoreng. Proses pengepresan tahap kedua ini bertujuan untuk mengurangi kadar minyak pasca proses penggorengan.

9.      Pencabikan II

Setelah dipres, kemudian dilakukan pencabikan tahap kedua agar tidak terjadi penggumpalan. Proses pencabikan tahap kedua ini akan dihentikan setelah terbentuk produk akhir berupa abon ikan dengan tekstur yang seragam.

10.  Pengemasan

Pada tahap akhir produksi dilakukan pengemasan abon ikan. Jika pengemasan tidak langsung dilakukan, maka produk abon ikan akan disimpan terlebih dahulu dalam kantung plastik besar (blong) di gudang penyimpanan, sebelum dilakukan pengemasan.

Sumber : dari berbagai Sumber


Be Sociable, Share!
Artikel Terkait:
  1. Mesin Abon Ikan dan Daging
    Mesin Abon Ikan dan Daging Mesin Abon Ikan dan Daging lengkap untuk mengolah ikan dan daging menjadi Abon yang berkualitas, terdiri dari mesin pencabik ikan dan daging, mesin pemasak dan mesin spinner abon untuk menghilangkan minyak pada abon. macam-macam abon yang banyak dibuat oleh masyarakat adalah abon daging sapi, abon...
  2. Mesin Pembuat Abon Sapi dan Aneka Abon Ikan
    Mesin Pembuat Abon Sapi dan Aneka Abon Ikan Mesin pembuat Abon sapi dan aneka abon ikan adalah alat untuk membuat abon sapi dan aneka ikan secara elektrik. Alat ini mudah dan sederhana cara pemakaiannya. Selain untuk abon daging sapi juga bisa dibuat dari aneka abon ikan seperti tuna, lele, gabus,...
  3. Membuat Briket Arang Tempurung Kelapa
    Membuat Briket Arang Tempurung Kelapa Briket Arang tempurung kelapa sampai kapanpun akan dibutuhkan, karena ia adalah salah satu alternatif penghasil energi yang ramah lingkungan. Konsumen dalam maupun laur negeri sangat prefer terhadap produk briket tempurung tersebut. Yang ingin berinvestasi, So jangan khawatir kehilangan pasar pembeli Untuk membuat briket tempurung kelapa...
  4. Mencetak Cocopeat Blok (Serbuk Sabut Kelapa) Bernilai Ekspor
    Mencetak Cocopeat Blok (Serbuk Sabut Kelapa) Bernilai Ekspor Cocopeat blok (serbuk sabut kelapa) yang merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pengolahannya cukup sederhana, namun dapat mengangkat harga cocopeat. Cocopeat blok sering dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat karbon batrai atau juga...
  5. Tips Sederhana Membuat Emping Jagung
    Tips Sederhana Membuat Emping Jagung Pembuatan Emping Jagung secara umum prosesnya sederhana.  Emping adalah produk olahan pangan dari bahan berpati yang digencet atau dipipihkan menjadi lempengan dengan bentuk tertentu (biasanya bulat), dikeringkan, dan digoreng renyah. Emping ini dapat ditambahkan bumbu-bumbu sesuai selera, misalnya asin, pedas, gurih, manis, ditambahkan irisan daun...

Ikuti kami!